BARIS dan Upaya Membentuk Masyarakat Qur’ani

Menigkatkan kualitas ibadah tentu saja menjadi dambaan bagi setiap insan, agar lebih dekat kepada Tuhan dan menjalani hidup dengan penuh keberkahan. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan tentu saja memaknai dan memahami bacaan doa dalam setiap ibadah kita sehari-hari. Hal itu dapat dilakukan jika kita mau belajar bahasa Arab dan sekaligus menggali arti dan makna terhadap apa yang kita baca. Oleh karena itu Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Jakarta, menawarkan program kursus bahasa Arab Islami.

PPB menamakan program ini “BARIS” (bahasa Arab Islami) yang memfokuskan pembelajaran bahasa Arab dalam ritual peribadatan sehari-hari. Kami akan mengantarkan anda belajar memaknai dan memahami bacaan salat, doa sehari-hari, dzikir, Alquran dan ritualitas lainnya. Bahasa Arab yang dipelajari merupakan bahasa Arab yang sudah dikemas semudah mungkin yang biasa kita jumpai dalam bacaan ibadah sehari-hari. Program ini menggunakan buku bahasa Arab Qur’ani yang ditulis Prof. H. D. Hidayat, pakar bahasa Arab sekaligus guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan menggunakan metode “yasarna” yang berarti “kami mudahkan”, BARIS menyasar para pembelajar bahasa Arab tingkat dasar (elementary) baik segmentasi mahasiswa, dosen, pegawai, ibu rumah tangga dan masyarakat umum lainnya.

Dalam satu tahun, terdapat beberapa gelombang yang akan dibuka. Untuk saat ini sedang berjalan gelombang pertama, dari bulan Februari sampai April. Gelombang selanjutnya akan dilaksanakan pada bulan April sampai Juni. Waktu belajar yang ditawarkan menyesuaikan dengan keleluasaan para pembelajar. Ada kelas di sore dan malam hari, diperuntukkan bagi yang memiliki kegiatan atau pekerjaan rutin. Ada pula kelas yang dibuka pada hari Sabtu bagi mereka yang hanya memiliki waktu di hari libur. Fasilitas yang diberikan diantaranya ruang kelas berAC, pembelajaran menggunakan proyektor, tersedia kamar mandi, ruang tamu untuk berkumpul, juga disediakan makanan dan minuman. Hal ini menunjukkan bahwa upaya PPB UIN Jakarta dalam membina masyarakat Qurani begitu besar, mengoptimalisasikan semua usaha, karena membina masyarakat Qurani merupakan tanggung jawab kita bersama. ***

You may also like...