Gandeng UI, PPB UIN Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah

bipa-workshop-2015Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Syarif Hidayatullah menggelar Workshop penulisan karya ilmiah berbasis penelitian  yang berlangsung di gedung Kopertais Wilayah I Jakarta pada hari Kamis 20 Agustus 2015. Workshop ini dihadiri oleh 40 peserta terdiri dari dosen, mahasiswa S1, S2 dan S3. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan para dosen dan mahasiswa untuk piawai dan terbiasa menulis karya ilmiah berdasarkan pada basis penelitian.

Ketua pelaksana Workshop, Dr. Darsita Suparno, M. Hum dalam paparannya menjelaskan  bahwa penelitian merupakan kebutuhan, terutama bagi dosen dan juga mahasiswa. “Meneliti yang baik perlu proses. Proses penelitian berawal dari gemar membaca, mengamati rangkaian fakta dari beragam informasi, menganalisis dan kemudian menuliskannya. Apabila rangkaian prosesnya berjalan benar, maka penelitiannya juga akan benar,” demikian ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa hasil penelitian bisa baik, jika seorang peneliti mengetahui teknik membaca, mengetahui sumber yang terpercaya, mengakses informasi yang benar, dan mengevaluasi informasi tersebut. Salah satu upaya meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa dapat dilakukan berbagai hal, salah satunya adalah kewajiban menulis sebuah karya, baik tulisan populer maupun ilmiah.

Acara kemudian dilanjutkan pada pemaparan materi pertama oleh Dr. Dewaki Kramadibrata, M. Hum, dosen sekaligus peneliti dari Universitas Indonesia. Menurut Dewaki, penulisan karya ilmiah perlu dibedakan antara fungsi, ragam dan laras bahasa. Seorang penulis hendaknya dapat memahami ketersediaan data-data yang dapat memberikan informasi awal sebagai berita, selanjtnya diikuti pemahaman ilmu pengetahuan yang digunakan sebagai kerangka dasar untuk mengelola dan menganalisis data, lalu mengambil keputusan yang didasarkan pada pengetahuan itu.

Materi kedua kegiatan workshop disampaikan oleh Prof. Dr. Oman Fathurahman, M. Hum  yang menyamapaikan materi “Strategi Penulisan Artikel Ilmiah Layak Terbit: Perspektif Editor”. Oman menjelaskan bahwa pra-penulisan artikel untuk jurnal layak terbit perlu dilakukan tahapan-tahapan. Tahap pertama, mengindetifikasi database jurnal DOAJ (Directory of Open Access Journal), Kedua, membaca fokus dari skup jurnal yang dituju, Ketiga, memperhatikan gaya selingkung dan membaca artikel yang sudah terbit di jurnal yang diminati. Menulis karya ilmiah dalam jurnal ilmiah merupakan komunikasi menyampaikan informasi yang dapat terbit dua kali dalam setahun. Menulis karya ilmiah yang layak terbit diutamakan dari tulisan yang berkarakteristik dari hasil penelitian.

Kegiatan workshop tersebut ditutup secara resmi oleh Dr. Darsita Suparno, M. Hum. “Semoga acara ini bermanfaat karena untuk mendorong para dosen dan mahsiswa dapat menulis karya ilmiah layak terbit baik dalam jurnal tingkat nasional maupun internasional. Membiasakan diri menulis karya ilmiah merupakan pekerjaan yang baik”, demikian ucap Darsita sebelum menutup acara tersebut.

You may also like...