Haru dan Penuh Makna, Peserta Pengayaan Bahasa LPDP 2026 Sampaikan Kesan Mendalam kepada PPB UIN Jakarta
Haru dan Penuh Makna, Peserta Pengayaan Bahasa LPDP 2026 Sampaikan Kesan Mendalam kepada PPB UIN Jakarta

Penulisa: Addy Hasan, M.Hum

Jakarta – Suasana penuh haru mewarnai penutupan Program Pengayaan Bahasa LPDP Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada sesi penyampaian kesan dan pesan, perwakilan peserta, Stefany S. Amaral Fernandes mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas pengalaman belajar yang mereka peroleh selama mengikuti program.

Dalam sambutannya, Stefany mengawali dengan mengucapkan salam dan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pimpinan, dosen, instruktur, serta tenaga kependidikan PPB UIN Jakarta yang telah mendampingi peserta selama mengikuti program.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang sangat berharga ini. Selama mengikuti program, kami tidak hanya belajar bahasa Inggris, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang lebih percaya diri, rendah hati, dan terus mau belajar," ungkap Stephani.

Menurutnya, salah satu pelajaran yang paling berkesan adalah filosofi yang selalu disampaikan para pengajar agar setiap peserta datang dengan "gelas yang kosong", yaitu membuka diri untuk menerima ilmu baru tanpa merasa paling mengetahui. Meskipun berasal dari latar belakang pendidikan dan profesi yang berbeda-beda, seluruh peserta diajak memulai proses pembelajaran dari titik yang sama.

"Kami selalu diingatkan bahwa kami bukan tidak mampu, tetapi kami hanya belum belajar. Kalimat sederhana itu menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berkembang," tuturnya.

Sambutan

Foto: Serah terima cindera mata dari perwakilan peserta Program Pengayaan Bahasa LPDP 2026 Lindon R. Pane, awardee LPDP Afirmasi 2026 asal Merauke, Papua Selatan, kepada Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN Jakarta Kustiwan Syarif, M.A., Ph.D., dan  Koordinator Program Pengayaan Bahasa LPDP Dadan Nugraha, M.Pd., Ph.D. di Pondok Cabe Tangerang Selatan, Sabtu (18/07/2026).  

Stefany juga mengisahkan bagaimana pada awal mengikuti program, sebagian besar peserta memulai dengan kemampuan bahasa Inggris yang masih terbatas. Namun berkat bimbingan intensif dari para pengajar, kemampuan mereka meningkat secara bertahap hingga mampu mengikuti berbagai latihan public speaking, speech, discussion, maupun debate dalam bahasa Inggris.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kepala Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Jakarta Kustiwan Syarif, M.A., Ph.D., yang menurutnya tidak hanya mengajarkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta dalam berbicara di depan umum.

"Dari Pak Kustiwan kami belajar bagaimana melakukan public speaking dengan baik, berbicara dengan tenang, percaya diri, dan mampu menyampaikan gagasan secara efektif. Itu menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami," ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh tim pengajar, di antaranya Pak Atig, Pak Sabil, serta para instruktur lainnya yang dinilai memiliki kesabaran luar biasa dalam mendampingi proses belajar peserta.

Sambutan Peserta LPDP 2026 (2)

Stefany mengungkapkan bahwa para peserta sempat mengalami fase kehilangan motivasi ketika materi pembelajaran semakin menantang. Namun, para dosen terus memberikan dorongan agar peserta tetap konsisten menyelesaikan seluruh rangkaian program.

"Kadang kami merasa lelah dan kehilangan semangat. Tetapi para pengajar selalu mengingatkan bahwa kami sendiri yang memilih mengikuti program ini, sehingga kami harus menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya. Motivasi itu membuat kami terus bertahan sampai akhir," katanya.

Selain aspek akademik, peserta juga mengapresiasi perhatian para pengajar yang selalu menyediakan ruang diskusi di luar kelas, termasuk melalui grup berbagi materi dan konsultasi, sehingga proses belajar berlangsung lebih efektif dan menyenangkan.

Stefany juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh staf administrasi PPB UIN Jakarta yang dinilai sangat membantu kelancaran pelaksanaan program sejak awal hingga selesai.

"Kami menyadari bahwa keberhasilan kami mengikuti program ini bukan hanya karena para dosen, tetapi juga berkat kerja keras seluruh tim administrasi yang selalu membantu setiap kebutuhan peserta. Terima kasih atas pelayanan yang luar biasa," ungkapnya.

foto lpdp bersama

Sementara itu, perwakilan peserta lainnya Lindon R. Pane, awardee LPDP Afirmasi 2026 ini juga turut menyampaikan rasa syukur atas pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program. Dengan penuh haru, ia mengaku sulit mengungkapkan perasaannya karena begitu banyak kenangan yang telah dibangun bersama para pengajar dan peserta.

"Terima kasih atas kesabaran Bapak dan Ibu selama membimbing kami. Program ini bukan hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga memberi kami semangat untuk terus belajar dan berkembang. Pengalaman ini akan selalu kami kenang." ungkap Lindon.

Melalui, Ia menambahkan Program Pengayaan Bahasa LPDP 2026, PPB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tidak hanya mempersiapkan peserta dalam aspek kompetensi bahasa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kepercayaan diri, dan semangat belajar sebagai bekal menghadapi studi lanjut di tingkat internasional. Program ini memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya meningkatkan kompetensi bahasa Inggris, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, semangat belajar, dan rasa kekeluargaan di antara seluruh peserta.

"Program Pengayaan Bahasa LPDP ini bukan hanya mengajarkan kami kemampuan berbahasa, tetapi juga membentuk semangat, kepercayaan diri, dan keyakinan bahwa kami mampu berkembang jika terus belajar dan tidak mudah menyerah untuk menghadapu studi lanjut di universitas internasional." jelas awardee LPDP 2026 asal Merauke, Papua Selatan ini.

Sambutan Peserta LPDP 2026 (1)

Menurutnya Program Pengayaan Bahasa LPDP Tahun 2026 di PPB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi lebih dari sekadar pelatihan bahasa. Program ini menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kepercayaan diri, kemampuan komunikasi global, serta mempererat kolaborasi antarpeserta dari berbagai latar belakang. Berbekal pengalaman tersebut, para peserta optimistis dapat melanjutkan perjalanan akademik maupun studi lanjut dengan bekal kemampuan bahasa dan karakter yang semakin kuat. (AH)