Pembukaan LAPP 2026, Sekjen Kemenag:  Targetkan Peserta Raih LoA dalam Tiga Bulan
Pembukaan LAPP 2026, Sekjen Kemenag: Targetkan Peserta Raih LoA dalam Tiga Bulan

Penulis: Addy Hasan, M.Hum

Jakarta, PPB UIN Jakarta — Language and Academic Preparation Program (LAPP) 2026 resmi dibuka di Auditorium Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Program yang merupakan bagian dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 ini menjadi tahap persiapan intensif bagi penerima beasiswa yang akan melanjutkan studi ke luar negeri dan belum memperoleh Letter of Acceptance (LoA) atau  surat resmi dari perguruan tinggi yang menyatakan bahwa seseorang telah diterima sebagai mahasiswa di kampus.

LAPP 2026 diselenggarakan melalui kerja sama Konsorsium Pusat Bahasa PTKI, Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI, dan LPDP Kementerian Keuangan RI. Sebanyak 86 peserta mengikuti program yang berlangsung selama tiga bulan di enam perguruan tinggi penyelenggara, termasuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ketua Konsorsium Pusat Bahasa PTKI, Dr. Muhammad Budiono, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa LAPP memiliki tiga sasaran utama, yaitu peningkatan kemampuan bahasa, kesiapan akademik, serta penguatan daya juang dan daya tahan peserta dalam mempersiapkan studi ke luar negeri. Target utama program adalah membantu peserta memenuhi persyaratan perguruan tinggi tujuan hingga memperoleh LoA.

“Selama tiga bulan diharapkan para mentor dan para narasumber menambah skor IELTS atau TOEFL-nya, sehingga nanti bisa lulus mendapatkan LoA.”

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A., yang membuka program secara resmi, mengingatkan peserta bahwa kesempatan studi ke luar negeri merupakan kesempatan yang kompetitif dan harus dimanfaatkan secara optimal.

“Kesempatan ini tentu bukan kesempatan yang mudah. Kesempatan ini cukup mewah dan highly competitive.”

Menurut Kamaruddin, LAPP tidak sekadar menjadi ruang peningkatan kemampuan Bahasa Inggris, tetapi juga bagian dari academic preparation agar peserta siap beradaptasi dengan lingkungan pendidikan tinggi di negara tujuan.

“Selain buka aplikasi AI untuk bahasa Inggris, pelatihan ini juga penting karena ada academic preparation. Saya kira itu juga pasti sangat penting.”

Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saifuddin Jahar, M.A., Ph.D., menekankan pentingnya kesempatan tersebut sebagai investasi sumber daya manusia. Para peserta didorong untuk terus mengembangkan kapasitas diri agar kelak dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan perguruan tinggi keagamaan dan Indonesia.

Kamaruddin juga berharap para peserta dapat kembali ke Indonesia dengan membawa pengalaman akademik internasional dan berkontribusi terhadap transformasi bangsa.

“Menjadi game changer untuk transformasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.”

Pembukaan LAPP 2026 ditandai dengan penyerahan simbolis pelaksanaan program dari Kementerian Agama RI kepada Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dilanjutkan dengan penyerahan program kepada perwakilan Pusat Bahasa dan peserta BIB jenjang S1, S2, dan S3.

Melalui LAPP 2026, Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut berperan dalam mempersiapkan peserta menghadapi studi internasional melalui penguatan bahasa, kesiapan akademik, dan daya juang. Selama tiga bulan, seluruh proses diarahkan pada satu capaian utama: memenuhi persyaratan studi dan memperoleh LoA untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. (AH)