PPB UIN Jakarta Gelar Penyegaran Pengawas Tes Bahasa, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Jakarta: Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar kegiatan penyegaran bagi para pengawas tes bahasa sebagai upaya meningkatkan kualitas dan integritas penyelenggaraan tes di lingkungan kampus.
Kegiatan ini menghadirkan Fauzi Yudhiyasari, praktisi sekaligus akademisi di bidang pendidikan bahasa Inggris dari Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebagai narasumber pada sesi pemaparan materi bertema “Tata Laksana Pengawasan Tes Bahasa”. Sesi tersebut dimoderatori oleh Eka Padmasyara.
Dalam pengantarnya, moderator menyampaikan bahwa Fauzi memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam pengajaran bahasa Inggris, mencakup TOEFL, IELTS, ESP, hingga BIPA. Saat ini, ia aktif sebagai staf manajerial di Balai Bahasa UPI yang mengoordinasikan berbagai program, termasuk divisi pengujian bahasa.
Dalam pemaparannya, Fauzi menegaskan bahwa peran pengawas sangat krusial dalam menjaga kualitas pelaksanaan tes. Ia menekankan bahwa pengawasan yang baik menjadi kunci validitas dan reliabilitas hasil tes.
“Tes pada dasarnya merupakan mekanisme untuk mengukur kompetensi seseorang. Jika proses pengawasannya tidak berjalan dengan baik, maka hasil pengukuran tersebut bisa menjadi tidak valid dan tidak reliabel,” ujar Fauzi.
Ia juga membagikan pengalamannya dalam mengelola berbagai jenis tes di Balai Bahasa UPI, seperti TOEFL ITP, PT SOL, Pearson VUE Exams, dan TOEP. Menurutnya, saat ini sebagian besar tes diselenggarakan dengan sistem on-site computer delivered, di mana peserta hadir langsung di lokasi ujian dan mengerjakan tes menggunakan komputer.

Foto: Peserta Kegiatan Penyegaran Pengawas Tes Bahasa PPB UIN Jakarta nampak antusias menyimak pemaparan pemateri sesi pertama Fauzi Yudiashari, M.Pd., Kepala Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, secara online, Jumat (28/2/2026).
Selain aspek teknis, Fauzi turut menyoroti pentingnya sikap pengawas dalam memberikan pelayanan kepada peserta. Ia menegaskan bahwa pengawas tidak berada pada posisi superior, melainkan sebagai representasi institusi yang bertanggung jawab memastikan tes berjalan tertib dan sesuai prosedur.
“Pengawas bukan pihak yang superior terhadap peserta tes, melainkan pihak yang diberi tanggung jawab untuk memastikan tes berjalan dengan tertib dan sesuai prosedur. Karena itu, penting bagi pengawas untuk tetap memberikan pelayanan yang baik kepada peserta,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PPB UIN Jakarta berharap para pengawas tes semakin memahami tata laksana pengawasan secara komprehensif, mulai dari sebelum, saat, hingga setelah pelaksanaan tes. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen PPB UIN Jakarta dalam menjaga standar mutu penyelenggaraan tes bahasa yang profesional, kredibel, dan berintegritas di lingkungan kampus. (ADI)
