Prof. JM Muslimin: Kuatkan Nilai Toleransi dan Kebersamaan di Bulan Ramadan
Prof. JM Muslimin: Kuatkan Nilai Toleransi dan Kebersamaan di Bulan Ramadan

Penulis: Tim LDC Post

Jakarta: Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (PPB) menyelenggarakan kegiatan Buka Puasa Bersama yang dirangkaikan dengan silaturahmi PPB serta Kegiatan Penyegaran Pengawas Tes Bahasa tahun 2026 di Gedung SPs UIN Jakarta, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Jumat (28/2/2026). Acara Buka Puasa ini diisi tausiyah oleh Ketua Program Doktor Pengkajian Islam Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta Prof. Dr. JM Muslimin, M.A. yang mewakili Direktur SPs

Dalam pesannya, Prof. Dr. JM Muslimin, M.A. menyampaikan pentingnya memahami keberagaman sebagai ketetapan Allah SWT sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an. Ia mengutip ayat “Ya ayyuhannas inna khalaqnakum min dzakarin wa untsa wa ja’alnakum syu’uban wa qaba’ila lita’arafu” yang menjelaskan bahwa manusia diciptakan berbeda-beda agar saling mengenal satu sama lain.

Menurutnya, perbedaan suku, bangsa, budaya, dan bahasa merupakan bagian dari takdir Allah yang tidak dapat dipilih oleh manusia. Karena itu, identitas primordial seperti asal daerah tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menyalahkan atau merendahkan pihak lain. Justru perbedaan tersebut harus menjadi sarana untuk membangun komunikasi, saling mengenal, dan mempererat persaudaraan.

“Semua perbedaan itu adalah ciptaan Allah SWT. Karena kita tidak memilih dilahirkan dari suku atau daerah tertentu, maka tidak pantas jika seseorang disalahkan karena identitas tersebut,” ujar Prof. JM Muslimin.

Makan Buka Kapus

Ia juga menegaskan bahwa keimanan tidak hanya bersifat vertikal kepada Allah SWT, tetapi harus diwujudkan dalam hubungan horizontal melalui amal saleh dan sikap saling menghargai antar sesama. Seseorang yang mengaku beriman, menurutnya, harus menunjukkan sikap peduli, menghormati orang lain, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.

Menutup pesannya, Prof. JM Muslimin mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai waktu untuk memperdalam pemahaman agama, memperkuat kesabaran, serta saling menasihati dalam kebaikan. (ADI)