Seleksi Beasiswa Maroko 2026 Memasuki Tahap Wawancara, PPB UIN Jakarta Uji 71 Peserta
(Foto: Koordinator Bidang Bahasa Arab PPB yang juga dosen Tarjamah di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad Anas Lc.,M.A., sedang mewancarai peserta Calon Mahasiswa penerima beasiswa Kerajaan Maroko melalui jalur Kementerian Agama RI di Gedung PPB UIN Jakarta, Rabu (10/6/2026).)
Penulis: Addy Hasan, S.S., M.Hum
Jakarta – Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi salah satu lokasi pelaksanaan seleksi tahap wawancara Beasiswa Kerajaan Maroko Tahun 2026 jalur Kementerian Agama Republik Indonesia. Seleksi wawancara dilaksanakan secara tatap muka (offline) pada Rabu, 10 Juni 2026, sebagai tahapan lanjutan setelah pelaksanaan Computer Based Test (CBT).
Program Beasiswa Kerajaan Maroko merupakan hasil kerja sama pendidikan antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan Kerajaan Maroko melalui Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI). Seleksi nasional tahun ini diikuti oleh sekitar 600 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti ujian CBT pada 7 Juni 2026.

Foto: Sejumlah mahasiswa sedang menunggu untuk menjalani seleksi beasiswa Maroko melalui jalur Kementerian Agama 2026 Tahap Wawancara yang dilaksanakan secara tatap muka (on site) di Gedung PPB UIN Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Konsorsium Pusat Bahasa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (KPB PTKI) Nomor 53/KPB.PTKI/06/2026 tentang Penetapan Hasil CBT Seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko 2026, sebanyak 263 peserta dinyatakan lulus CBT dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya, yaitu wawancara. Keputusan tersebut ditetapkan di Surabaya pada 9 Juni 2026 dan ditandatangani oleh Ketua KPB PTKI, Dr. Mohammad Budiono, S.Ag., M.Pd.
Dari total 263 peserta yang lolos CBT, sebanyak 71 peserta mengikuti seleksi wawancara di PPB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sesuai dengan kampus pilihan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tahapan wawancara ini menjadi proses penting dalam menilai kesiapan akademik, kemampuan kebahasaan, serta wawasan keislaman dan kebangsaan para calon penerima beasiswa.

(Foto: Dosen yang Juga Kepala Prodi Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Mukhshon Nawawi, M.A. sedang mewancarai peserta calon mahasiswa penerima beasiswa Kerajaan Maroko melalui jalur Kementerian Agama RI di Gedung PPB UIN Jakarta, Rabu (10/6/2026).)
Materi yang diujikan dalam wawancara meliputi hafalan Al-Qur'an minimal satu juz, kemampuan qiraatul kutub atau membaca dan memahami kitab kuning, wawasan keislaman yang mencakup pemahaman moderasi beragama, serta wawasan kebangsaan terkait ideologi negara dan semangat nasionalisme. Selain itu, peserta juga diharapkan mampu berkomunikasi dan menjawab pertanyaan dalam Bahasa Arab dengan baik, mengingat bahasa tersebut akan menjadi bahasa pengantar perkuliahan selama menempuh studi di Maroko.
Kepala PPB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kustiwan Syarif, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa tahapan wawancara ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa peserta yang terpilih tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga kesiapan bahasa dan karakter yang sesuai untuk menjadi duta pendidikan Indonesia di tingkat internasional.
"Seleksi ini tidak hanya mengukur kemampuan intelektual peserta, tetapi juga kesiapan mereka dalam memahami khazanah keilmuan Islam, berkomunikasi dalam Bahasa Arab, serta membawa nilai-nilai moderasi beragama dan kebangsaan ketika menempuh studi di luar negeri. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," ujar Kustiwan.
Melalui proses seleksi yang ketat dan berjenjang, program Beasiswa Kerajaan Maroko diharapkan dapat menghasilkan generasi muda Indonesia yang unggul dalam bidang keislaman, penguasaan bahasa Arab, serta mampu berkontribusi bagi pengembangan pendidikan dan peradaban Islam di Indonesia setelah menyelesaikan studi mereka di Maroko. (AH)
