Semangat Menembus Gerbang Al-Azhar Mesir, 231 Peserta Ikuti Seleksi Wawancara di PPB UIN Jakarta
(Foto: Kepala Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kustiwan Syarif, M.A., Ph.D., melakukan tes wawancara peserta yang diselenggarakan di Gedung PPB UIN Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Penulis: Addy Hasan, M.Hum
Jakarta - Suasana di Gedung Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tampak lebih ramai dari biasanya pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sebanyak 231 peserta dari berbagai daerah mengikuti tahap wawancara seleksi Calon Mahasiswa Timur Tengah 2026 tujuan Universitas Al-Azhar Kairo yang dilaksanakan secara offline di lingkungan PPB UIN Jakarta. Para peserta yang mengikuti tahap pseleksi wawancara ini setelah dinyatakan lulus syarat administrasi dan tes CBT (Computer Based Test)
Seleksi ini menjadi salah satu tahapan penting bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke salah satu universitas Islam tertua dan paling prestisius di dunia. Dalam prosesnya, sebanyak 15 pewawancara yang terdiri dari dosen-dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terlibat langsung untuk menguji kesiapan akademik, kemampuan bahasa, hingga wawasan keislaman para peserta.
Setiap peserta mendapatkan durasi wawancara sekitar 15 menit. Meski singkat, sesi tersebut menjadi penentu penting untuk melihat kualitas, kesiapan mental, dan kapasitas calon mahasiswa sebelum melanjutkan studi ke Kairo.
Kepala Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kustiwan Syarif, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa seleksi ini bukan hanya tentang kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan karakter dan visi keilmuan peserta.
“Al-Azhar tidak hanya mencari mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen keislaman yang moderat, wawasan kebangsaan yang kuat, dan kesiapan menjadi representasi Indonesia di tingkat internasional. Kami berharap peserta yang lolos nantinya mampu membawa semangat Islam rahmatan lil ‘alamin saat belajar di Mesir,” ujar Kapus PPB ini.
Tidak Sekadar Lancar Bahasa Arab
Seleksi wawancara tahun ini menguji empat komponen utama, mulai dari kemampuan Bahasa Arab, membaca Kitab Kuning, hafalan Al-Qur’an, hingga wawasan keislaman dan kebangsaan.
Pada sesi Muhadatsah, peserta diminta memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Arab Fushah, menjelaskan motivasi memilih Al-Azhar, hingga berdialog tentang isu-isu aktual. Penguji menilai kefasihan pelafalan, penguasaan kosa kata, serta kemampuan memahami struktur nahwu dan sharaf.
Koordinator Bahasa Arab PPB UIN Jakarta Muhammad Anas, Lc., M.A., menjelaskan bahwa kemampuan komunikasi aktif dalam Bahasa Arab menjadi salah satu poin penting dalam proses seleksi.
“Kami ingin melihat bagaimana peserta mampu menggunakan Bahasa Arab secara natural dan komunikatif, bukan sekadar hafalan. Kemampuan membaca kitab, memahami isi teks, hingga menjawab pertanyaan secara spontan menjadi indikator kesiapan mereka untuk beradaptasi dengan sistem akademik di Al-Azhar,” jelasnya.

(Foto: Koordinator Bahasa Arab PPB UIN Jakarta Muhammad Anas, Lc., M.A., melakukan tes wawancara peserta yang diselenggarakan di Gedung PPB UIN Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Tidak sedikit peserta yang terlihat tegang saat memasuki ruang wawancara. Namun, atmosfer akademik yang hangat dari para pewawancara membuat proses seleksi berlangsung lebih nyaman dan komunikatif.
Ujian Kitab Kuning dan Tahfidz Jadi Sorotan
Selain kemampuan berbicara Bahasa Arab, peserta juga diuji dalam sesi Qiraatul Kutub atau membaca Kitab Kuning. Dalam tahap ini, peserta diminta membaca teks Arab tanpa harakat, menjelaskan makna isi teks, hingga menarik kesimpulan dasar dari bacaan tersebut.
Sementara pada sesi tahfidz, penguji melakukan sambung ayat dan verifikasi hafalan Al-Qur’an dengan standar minimal hafalan 1–2 juz.

(Foto: Koordinator Bahasa Indonesia dan Administrasi PPB UIN Jakarta Neneng Nurjanah, M.Hum., melakukan tes wawancara peserta yang diselenggarakan di Gedung PPB UIN Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Materi wawancara juga mencakup wawasan keislaman moderat ala Al-Azhar dan pemahaman kebangsaan. Peserta diuji terkait pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, serta konsep Islam Wasathiyyah yang menjadi ciri khas pendidikan Al-Azhar.
Seleksi Ketat untuk Generasi Moderat
Pelaksanaan seleksi ini merupakan bagian dari proses nasional di bawah koordinasi Kementerian Agama RI untuk menjaring calon mahasiswa terbaik yang akan melanjutkan studi ke Mesir.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda Indonesia untuk menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo. Tidak hanya mengejar pendidikan internasional, banyak peserta juga membawa semangat untuk memperdalam ilmu agama sekaligus menjadi representasi Islam moderat Indonesia di tingkat global.
Hasil akhir seleksi dijadwalkan akan diumumkan pada 5 Juni 2026. Para peserta pun berharap dapat melangkah lebih dekat menuju impian menimba ilmu di negeri para ulama Universitas al Azhar, Kairo, Mesir.

(Foto: Koordinator Bahasa Inggris PPB UIN Jakarta Dadan Nugraha M.Pd.,Ph.D., melakukan tes wawancara peserta yang diselenggarakan di Gedung PPB UIN Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Sebelumnya, PPB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali dipercaya sebagai salah satu penyelenggara Seleksi Calon Mahasiswa Indonesia ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, untuk tahun 2026. Penunjukan ini menegaskan komitmen PPB UIN Jakarta dalam mendukung peningkatan akses pendidikan internasional, khususnya di bidang studi keislaman. Para calon pendaftar diharapkan memperhatikan setiap tahapan seleksi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan melalui link berikut ini: Mau Daftar Al-Azhar Kairo, Mesir Jalur Kemenag? Cek Jadwal & Persyaratannya! (AH)
