Pusat Pengembangan Bahasa UIN Jakarta dan IAIN Padang Teken Perjanjian Kerjasama

kunjungan-iain-padangGedung PPB — Hari Selasa (11/10) jajaran pimpinan Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) IAIN Imam Bonjol, Padang mengunjungi PPB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk bersepakat menandatangani MoU yang berkait dengan kegiatan peningkatan kualitas bahasa asing baik bagi dosen, mahasiswa dan civitas akademika di wilayah lembaga pendidikan masing-masing. PPB UIN Jakarta dan PPB IAIN Padang bersepakat untuk saling bertukar data dan informasi yang diperlukan untuk proses ke arah peningkatan kualitas penguasaan bahasa asing yang lebih baik, bagi seluruh civitas akademika pada masing-masing lembaga. Hal ini tertuang dalam nota kesepahaman atau MoU dengan nomor Un.01/R/OT.01.6/3413/2016 yang telah ditandangani kedua belah pihak. Nota kesepakatan tersebut juga sekaligus membuka peluang untuk kerjasama lebih besar baik bagi UIN Jakarta ataupun IAIN Padang yang berhubungan dengan peningkatan kualitas civitas akademika dalam berbagai bidang.

Lima orang pimpinan PPB IAIN Padang yang diwakili oleh Dr. Asrina (Kepala) didampingi oleh beberapa koordiantor kebahasaan, Ilya Husna, Syafaruddin, Marizem dan Aswan berdiskusi secara intensif membahas soal manajemen pengelolaan PPB dalam rangka meningkatkan kualitas di masing-masing lembaga. Pihak PPB UIN Jakarta yang menerima kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala PPB UIN Jakarta, Siti Nurul Azkiyah, Ph.D beserta jajaran pimpinan lainnya. Tampak hadir Koordinator Bahasa Arab, Drs. Mukhshon Nawawi, MA, Koordinator Bahasa Inggris Yenny Rahmawati, M.Pd dan Koordinator Administrasi Devi Yusnita, M.Pd. Beberapa staf PPB UIN Jakarta juga turut menyambut kedatangan para tamu dari PPB IAIN Padang tersebut.

PPB UIN Jakarta diketahui telah memiliki beberapa instrumen tes kebahasaan yang mandiri dan terstandar, seperti ETIC (English Test for Islamic Community) atau TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) yang disusun demi kebutuhan peningkatan kualitas penguasaan bahasa asing di lingkungan civitas akademika di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. ETIC dan TOAFL diketahui sebagai tolok ukur dalam pengujian bahasa asing (Inggris dan Arab) bagi setiap mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan di UIN Jakarta. Setiap mahasiswa baru yang dinyatakan lulus akan dilakukan pengujian terlebih dahulu mengenai kompetensi kebahasaannya, sehingga kualitas bahasa asing setiap mahasiswa UIN Jakarta dapat diukur melalui instrumen tes mandiri tersebut. TOAFL bahkan telah menjadi instrumen tes yang telah di HAKI-kan ke Kemenkumham dan telah menjadi instrumen bahasa asing mandiri khas UIN Jakarta.

Dengan demikian, pihak IAIN Padang justru merasa perlu untuk saling mendukung dan bekerjasama dengan PPB UIN Jakarta untuk membuat berbagai macam pelatihan kebahasaan, pengembangan peningkatan kualitas manajemen atau pengembangan instrumen tes kebahasaan asing ke arah yang lebih baik, melalui pelatihan bersama atau saling bertukar informasi mengenai standarisasi peningkatan kualitas kemampuan berbahasa asing di masing-masing lembaga. Penandatanganan MoU ini menjadi sangat berarti penting bagi kedua lembaga tersebut, mengingat bahwa persaingan pendidikan secara global menuntut setiap mahasiswa dan civitas akademika memiliki kemampuan bahasa asing yang baik apalagi ditengah kondisi perdagangan bebas Asean (MEA) yang telah berlaku sejak 2015. Penguasaan bahasa asing justru menjadi prasyarat bagi siapapun dalam menghadapi era keterbukaan seperti saat ini.

You may also like...