UIN Jakarta Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa Baru dalam Bahasa Asing Melalui Tes bahasa Inggris (ETIC) dan bahasa Arab (ITLA)

SONY DSCPPB UIN Jakarta — Sejak bulan Mei 2016 lalu, UIN Jakarta menugaskan Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) untuk melakukan serangkaian kegiatan tes untuk menguji kemampuan bahasa asing bagi mahasiswa baru yang akan menimba ilmu di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penguasaan bahasa asing selama ini dijadikan sebagai gerbang menuju “world class university” yang menjadi target UIN Jakarta. Oleh karena itu, sejak tahun 2007, UIN Jakarta mewajibkan seluruh mahasiswa baru agar menjalani serangkaian tes kebahasaan, baik bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Tidak hanya itu, sebagai bagian dari model perguruan tinggi keislaman, UIN Jakarta juga mewajibkan kepada seluruh mahasiswa yang lulus masuk UIN Jakarta untuk menjalani tes Baca Tulis AlQuran (BTQ) yang telah dimulai sejak 2014 lalu.

Untuk tahun 2016, UIN Jakarta menerima hampir 5000 lebih mahasiswa baru yang berhasil lolos seleksi dalam berbagai jalur. Sejak Juni hingga Agustus 2016, terdapat lima jalur penerimaan mahasiswa baru di lingkungan UIN Jakarta, yaitu jalur SPMB PTAIN SPAN, SPMB SNMPTN, SPMB PTAIN UM, SBM PTN dan terakhir jalur reguler atau mandiri. Keseluruhan mahasiswa yang berhasil lolos seleksi masuk ke UIN Jakarta terlebih dahulu akan dilakukan serangkaian tes uji kebahasaan untuk mengukur kualitas dan kemampuan bahasa asing mahasiswa sehingga akan mudah melakukan diferensiasi kemampuan kebahasaan setiap mahasiswa. Bagi mahasiswa yang kurang memenuhi standar penguasaan kebahasaan asing, maka akan diklasifikasikan kedalam kelas-kelas remedial untuk lebih memfokuskan diri dalam hal penguasaan bahasa asing selanjutnya.

Menurut Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN Jakarta, Siti Nurul Azkiyah, Ph.D, penguatan terhadap penguasaan bahasa asing di lingkungan mahasiswa UIN Jakarta merupakan amanat dari Surat Keputusan Rektor No 241 tahun 2005 tentang standar nilai penguasaan bahasa asing bagi mahasiswa sekaligus mengokohkan keberadaan UIN sebagai univeritas kelas dunia (WCU). “Rektor bahkan seringkali menyinggung dalam beberapa pidatonya mengenai penguatan civitas akademika UIN Jakarta melalui akselerasi perolehan sertifikasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN QA) sehingga UIN Jakarta dapat menjadi bagian dari the leading universities in ASEAN,” jelas Nurul. Penguasaan bahasa asing dalam hal ini menjadi perlu dan mendesak apalagi di tengah iklim kompetitif setelah diberlakukannya Asean Economic Community (MEA) yang menuntut persaingan yang kompetitif terutama dalam kualitas sumber daya manusia.

Ketua Panitia Tes Kebahasaan, Mukhshon Nawawi, MA menyatakan hingga saat ini tes kebahasaan termasuk BTQ masih berlangsung untuk mahasiswa baru UIN Jakarta, khususnya mahasiswa baru yang lolos seleksi jalur mandiri. Untuk jalur-jalur yang telah selesai dilaksanakan, yaitu SPMB PTAIN SPAN dengan jumlah peserta tes 810 orang, SPMB SNMPTN 465 orang, SPMB PTAIN UM 682 orang, SPMB SBM-PTN 300 orang dan terbanyak adalah jalur mandiri yaitu sekitar 3000 orang. Tes kemampuan kebahasaan dan BTQ diprediksi akan berakhir pada 22 Agustus 2016 mengingat mahasiswa baru harus segera mengikuti masa orientasi dan perkenalan mahasiswa baru (OPAK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. “Tim panitia akan secepat mungkin mengupload data hasil tes kebahasaan di program AIS UIN Jakarta, segera setelah para mahasiswa melakukan kegiatan perkuliahan. Hal ini karena hasil penilaian tes kebahasaan akan menjadi pedoman dalam penentuan klasifikasi kelas bahasa Arab dan bahasa Inggris di wilayah prodi masing-masing,” tutup Mukhshon Nawawi.

 

You may also like...